PERTUNI Jawatimur adakan workshop parenting

Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Jawa Timur telah dibentuk pada tanggal 26 Oktober 1969. Dalam struktur kepengurusan terdapat berbagai unsur, salah satunya adalah unsur perempuan. Bahkan, salah satu tokoh pendiri PERTUNI di tingkat nasional adalah seorang perempuan. Tokoh tersebut bernama Ariani Soekanwo. Bersama ketiga tokoh lainya, yaitu zaki Mubaraq, Ali Parto Koesomo, dan Frans Hasrana Sastraningrat, Beliau dengan semangat juang yang tinggi telah berhasil mendirikan wadah untuk tunanetra di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukan peran perempuan tidak boleh dianggap remeh. Perempuan juga bisa ikut mengambil peran-peran penting di kehidupan bermasyarakat. Tidak terkecuali perempuan tunanetra. Meskipun demikian, masih banyak stikma negatif mengenai perempuan disabilitas, dalam hal ini disabilitas netra. Banyak kasus-kasus yang negatif seperti pelecehan seksual, tidak diperbolehkan untuk mandiri dalam mengatur keluarga, dan masih banyak lagi. Banyak kasus tentang kemandirian yang terjadi terhadap perempuan tunanetra seperti memasak, mencuci, mengatur keluarga, memberikan pola asuh terhadap anak, dan hal-hal lain yang menjadi kodrat alami dari seorang perempuan. Oleh karena itu, DPD PERTUNI Jawa Timur telah mengadakan workshop yang bertema Menjadi Orang Tangguh di Era Digital. Kegiatan ini diselenggarakan secara online melalui zoom pada tanggal 30 Juli 2022. Ketua DPD PERTUNI Jawa Timur (Setiawan Gema Budi) sangat mengapresiasi kegiatan ini. 

"Kegiatan ini merupakan implementasi dari rencana strategis lima tahun ke depan yang telah disepakati. Saya berharap, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, akan tetapi terus berkelanjutan baik secara online atau ofline". Ujar ketua DPD saat memberikan sambutan melalui zoom. 





Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari tunanetra dan mitra bhakti dari cabang-cabang yang ada di Jawa Timur. Adapun, kedua nara sumber dalam kegiatan ini adalah DR. Yakobus Tri Bagio dan Agung Rejeki Yuliastuti SPsI.  

0 comments:

Posting Komentar